Black Hole, Tak Terlihat yang Mematikan
Hal penting yang perlu dimiliki setiap orang adalah Suatu ILMU.
Seseorang selalu memiliki rasa penasaran akan suatu hal. Bagaimana pohon
terbentuk, alam terbentuk, memiliki kehidupan sosial yang baik, manusia
diciptakan, dan sebagainya. Permikiran seperti inilah yang membuat manusia
melakukan suatu pengamatan untuk menemukan jawaban dari rasa penasarannya.
Jawaban ini yang sering kita sebut ilmu. Ilmu yang membuat kita paham akan
suatu hal, dengan ilmu kita beradaptasi dengan dunia ini, dapat menciptakan suatu
kemajuan peradaban, dan lainnya. Ilmu tidak hanya mengenai dunia tetapi dengan
kemajuan teknologi ilmu mengenai luar angkasa dapat kita pelajari. Tanpa harus
mendarat atau mengamati secara dekat, kita dapat mengetahui karakteristik dari
keadaan luang angkasa yang sangat jauh menggunakan teknologi saat ini.
Ilmu mengenai rotasi bumi, planet yang berada di tata surya dan
matahari adalah ilmu yang berkaitan dengan luar angkasa atau lebih dikenal
dengan astronomi. Menurut KBBI astronomi adalah ilmu tentang matahari, bulan,
bintang, dan planet-planet lainnya (ilmu falak). Lembaga yang mengamati
kemajuan ilmu ini salah satunya adalah NASA. NASA adalah lembaga bergengsi
dunia yang memiliki tugas untuk melakukan penelitian, eksplorasi luar angka,
dan memberikan laporan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan bumi dan
luar angkasa. So kali ini yuk bahas seputar LUAR ANGKASA!!!
Luas Alam Semesta
Jarak bumi ke bulan adalah 384.000 KM sedangkan Bumi ke Matahari memiliki 2 jarak karena revolusi bumi mengelilingi matahari yang berbentuk elips, dari aphelion 152.100 KM dan Perihelion 147.300.000 KM. Untuk memudahkan penamaan, hadirlah satuan astronomi yaitu AU.
1 AU = 8 menit
cahaya
Kecepatan cahaya =
299.7792.458 m/s
1 AU adalah kecepatan cahaya ke bumi sehingga cahaya 8 menit yang lalu di bulan adalah cahaya yang kini kita rasakan. Bukan rahasia lagi jika cahaya memiliki kecepatan tercepat dari apapun. Jika dapat digambarkan berikut ilustrasi jarak tata surya dalam satuan AU;
Tata surya kita berada di galaksi bima sakti. Bayangkan tata surya
yang berisi bintang, matahari, bumi dan planet-planet yang sangat besar
melebihi bumi berada di suatu galaksi. Bahkan galaksi di alam semesta ini
sangat banyak. Maha Besar Allah yang menguasi apa yang ada di bumi dan apa yang
ada di langit, dengan mengetahui besarnya alam semesta ini menyadarkan betapa
kecilnya diri ini. Kita dapat melihat sabuk atau bentangan bima sakti tetapi
itu sangat mustahil bagi kalian yang sudah tinggal di perkotaan yang dipenuhi
gemerlap cahaya lampu.
Galaksi Bima Sakti berbentuk
spiral dengan diameter 105.700 tahun cahaya
dengan ketebalan 2.000 tahun cahaya. Adapun
galaksi yang serupa dengan galaksi kita adalah Galaksi NGC 6744 dan
galaksi terdekat kita adalah Galaksi Andromeda. Galaksi andromeda
memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan galaksi bima sakti dan jaraknya
adalah 2,5 juta tahun cahaya. Adanya galaksi ini
menguak fakta bahwa alam semesta ini berkembang yang merupakan hasil pemikiran
oleh Edwin Hubble pada tahun 1926. Atas jasanya yang sangat luar biasa,
teleskop yang hingga kini berada luar angkasa dinamai Teleskop Hubble yang
sangat membantu ilmuan dalam mempelajari, mengobservasi, dan memehami tentang
jagat raya, objek luar angkasa, dan lainnya.
Penemuan ini meluaskan pengetahuan jika kita berada di Supercluster
(super gugus), yaitu struktur alam semesta yang terdiri dari milyaran galaksi.
Galaksi bima sakti berada di Supercluster Laniakea yang span ruangnya
adalah 520 juta tahun cahaya. Makin kecil saja kita ini, mirip
seperti lirik lagu bahwa kita adalah butiran debu bahkan lebih kecilnya.
Teleskop Hubble adalah teleskop yang dibangun
oleh NASA dan kontribusi Badan Antariksa Eropa yang diluncurkan tahun 1990 dan
hingga kini masih beroperasi. Teleskop ini terletak 560 KM diatas permukaan
bumi dan berkat adanya teleskop ini kita tahu struktur dan ukuran alam semesta.
Pada tanggal 31 Oktober 2021, NASA akan menggantikan teleskop
hubble yang suda berusi 30 tahun itu dengan teleskop yang lebih canggih.
Teleskop ini dinamai Jamess Webb yang dapat diperkirakan dapat melihat
luar angkasa lebih jauh dan dapat memecahkan misteri bagaimana dan kapan
bintang serta galaksi pertama muncul sekitar ±13 milyar tahun lalu. Teleskop
James Webb akan diletakkan ±1,6 juta dari permukaan bumi.
Teori tentang Struktur dan
Dinamika Alam Semesta
Tahun 1915 Albert
Einstein mengajukan Teori Relavitas Umum yang
menggambarkan gravitasi sebagai efek kelengkungan ruang waktu akibat Energi dan Materi. Berikut persamaannya:
Dari
persamaan inilalah ilmu mengenai Kosmologi, Astrofisika, dan sebagainya
berkembang sangat pesat.
Menurut John & Wheeler, Ruang Waktu dan Massa selalu ada
“Massa memberitahu Ruang Waktu bagaimana harus Melengkung, dan Ruang
Waktu memberitau massa bagaimana harus Bergerak”
Prediksi Teori Relativitas Umum
- · Lensa Gravitasi, kita dapat tahu apa yang sebenarnya terjadi di alam semesta dan tahu tempat-tempat yang sangat jauh dari posisi bumi. Dikarenakan ruang waktu melengkung maka jalannya cahaya juga melengkung. Salah satu akibatnya adalah pembelokan cahaya ketika melewati massa besar seperti galaksi atau black hole
- ·
Black Hole adalah
singularitas di ruang waktu dengan massa dan tarikan gravitasi yang sangat
besar, bahkan cahaya sekalipun tidak dapat keluar. Black hole terbentuk dari
keruntuhan suatu Bintang yang massanya lebih dari 3× lipat massa Matahari.
Sehingga dapat dikatakan suatu bintang memiliki umur dengan masa akhirnya
berubah menjadi black hole atau bintang neutron.
- · Gelombang Gravitasi, salah satu prediksi dari Teori Relativitas Umum yang baru terbukti atau dapat terdekteksi tahun 2015 dengan hadirnya Laser Interferometer Gravitational Waves Observatory yang dibuat LIGO. Adanya ini peneliti dapat mengilustrasikan gambar black hole dan tumbukan dua black hole secara tepat.
Black Hole
Pengertian
Black Hole atau dalam bahasa berarti lubang hitam adalah singularitas di ruang waktu dengan massa dan tarikan gravitasi yang sangat besar, bahkan cahaya sekalipun tidak dapat keluar, atau dapat diartiakn wilayah aneh dimana gravitasi cukup kuat untuk membelokkan cahaya, ruang, dan mengubah waktu. Berikut adalah hasil pengamatan Teleskop Event Horizon mengenai citra Black hole
Ini hanya citra atau image dari gelombang radio yang ditranslasikan ke dalam warna umum atau dikenal yang diambil pada bulan April 2019 oleh Teleskop Event Horizon. Berbentuk Bulat karena adanya energi nuklir yang sifatnya memberikan tekanan keluar diimbangi dengam tarikan gravitasi sehingga bentuknya stabil.
Black Hole ini dinamai M87 karena letaknya yang berada di pusat
Galaksi M87 dengan massa 6.5 milyar kali massa matahari. Teleskop Event Horizon
adalah konsorsium 7 teleskop radio di permukaan bumi yang terhubung satu sama
lain, sehingga secara efektif menjadi teleskop radio dengan ukuran permukaan
bumi yang ditujukan secara khusus memotrer citra Black hole.
Struktur
- Event Horizon (cakrawala peristiwa) adalah perbatasan dalam ruang waktu atau permukaan dari Black Hole yang di dalamnya tidak dapat diamati. Ini telah terbentuk sebelum Singularity ada yang garis ruang waktu Black Hole bertukar saat event horizon terbentuk. Oleh karena itu, di dalam event horizon konteksnya adalah waktu.
- Singularity adalah sebuah titik berada di pusat Black Hole yang memiliki kekuatan gravitasi tanpa batas sehingga ruang waktu hancur dan tidak diketahui apa yang terjadi di dalam sana. Hanya diketahui Entropi dari Black Hole yang sebanding dengan luas permukaan event horizon. Gravitasi yang kuat ini menyebabkan benda yang berada disekitarnya tertarik dan masuk ke dalamnya dan ketika sudah berada di singularity, benda tersebut tidak akan keluar bahkan cahaya sekalipun.
Klasifikasi
dan Pembentukan
Pembentukan ==>> Bintang terbentuk dengan kondisi seimbang antara radiasi dan gravitasinya. Tingkat radiasi semakin melemah dibandingkan dengan gaya gravitasi ketika kehabisan bahan bakar untuk de fusi sehingga terjadilah keruntuhan dengan adanya ledakan Supernova yang berakhir menjadi Black Hole atau Bintang Neutron.
Klasifikasi Black Hole ada 3 macam, diantaranya adalah:
1. Black Hole Bintang (Stellar)
Bintang dapat dibagi menjadi dua bentuk yaitu Besar dan Kecil
Bintang Besar (3× massa matahari) akan mengalami keruntuhan dan menciptakan suatu Black Hole baik sangat kecil maupun sangat padat, sedangkan Bintang Kecil akan mengalami keruntuhan dan berakhir menjadi bintang neutron atau kerdil putih (white drawf). Menurut Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics "Ada beberapa ratus juta lubang hitam bintang (stellar) yang berada di Galaksi Bima Sakti". Kesimpulan pembentukan dari Black Hole Bintang ini dapat digambarkan sebagai berikut:
2. Black Hole Menengah (Intermediate)
Black Hole ini dapat diartikan tersangkut di tengah yang diperkirakan terbentuk ketika bintang dalam gugus bertabrakan berantai sehingga menjadi suatu black hole yang diantaranya jatuh bersama di pusat galaksi dan menciptakan Black Hole Supermasif. Black Hole Menengah ini sangat jarang ditetemukan berbeda dengan Stellar dan Supermasif yang berjumlah sangat banyak. Kesimpulan dari pembentukan Black Hole ini dapat digambarkan sebagai berikut:
3. Black Hole Supermasif (supermasivve)
Black Hole ini adalah Black Hole Raksasa terletak di hampir semua pusat galaksi yang bermassa jutaan/milyaran dari massa matahari dan jumlahnya mendominasi di alam semesta ini. Kemungkinan terbentuknya Black Hole ini dari gabungan ratusan/ribuan black hole kecil, awan gas besar dan debu yang mempercepat tambahnya massa dengan runtuhnya sekelompok bintang yang jatuh bersama dan kumpulan materi gelap. Terdapat Black Hole Supermasif tang terletak di pusat galaksi Bima Sakti bernama Sagitarius A yang dapat menampung beberapa juta bumi. Berikut gambaran tentang kesimpulan Pembentukan Black Hole Supermasif:
Fakta
Menarik atau Kesimpulan
- Einstein memprediksikan adanya Black Hole, bahwa ketika bintang masif mati akan menjadi inti sisa yang kecil dan padat sehingga massa gravitasi gaya lain jika massa 3 X massa matahari dan menghasilkan lubang hitam.
- Ilmuan dapat menyimpulkan adanya Black Hole dengan mendeteksi pengaruhnya terhadap materi lain disekitarnya. Dengan kata lain ilmuan melihat bagaimana gravitasi yang kuat dapat mempengaruhi bintang dan gas disekitar. Contohnya Bintang menghilang seketika yang berkemungkinan tertarik oleh sesuatu yaitu Black Hole ini yang disebut proses akresi.
- Black Hole dapat digambarkan sebagai satu atom dengan massa sebesar gunung yang sangat besar.
- Black Hole tidak akan menelan Bumi karena Black Hole tidak beredar dan tidak ada black hole disekitar bumi.
- Matahari tidakk akan menjadi Black Hole karena massanya tidak cukup besar untuk menjadi Black Hole
- Insteller adalah salah satu Film yang berhubungan dengan Black Hole












Komentar
Posting Komentar